Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno saat diwawancarai sejumlah wartawan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES/
Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno saat diwawancarai sejumlah wartawan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES/

Pasien positif covid-19 di Jombang bertambah menjadi 24 orang. Kali ini, satu warga Jombang yang berprofesi ojek online (ojol) di Surabaya dinyatakan positif covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno membenarkan ada tambahan satu pasien positif covid-19 di Jombang. Pasien tersebut adalah pria berusia 36 tahun asal Kecamatan Kesamben, Jombang.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD dari PKB Bagikan Sembako ke Puluhan Guru Ngaji di Kota Blitar

Pasien positif covid-19 Jombang ke-24 itu merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Jombang. Ia dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Senin (18/5) siang kemarin. Saat ini pasien masih menjalani isolasi di RSUD Jombang.

"Ada satu orang tambahan pasien terkonfirmasi. Inisial RS, laki-laki usia 36 asal Kecamatan Kesamben. Dia dari pasien dalam pengawasan)," terangnya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Menurut Budi, pasien positif covid-19 ke-24 itu sehari-hari bekerja sebagai ojol di Surabaya. Oleh hal itu, pasien tersebut ada kemungkinan terinfeksi di Kota Pahlawan. Seperti diketahui, Surabaya merupakan zona merah yang memiliki kasus pasien positif covid-19 terbanyak di Jatim. "Dia Ojol di Surabaya. Iya mungkin saja (tertular di Surabaya)," tandasnya.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran juga membenarkan bahwa pasien positif covid-19 ke-24 ini awalnya merupakan seorang PDP karena mengalami sesak napas, batuk, dan panas tinggi saat masuk ke RSUD Jombang (30/4) lalu. Pasien masuk bersama istrinya dengan keluhan yang sama.

"Awalnya istrinya yang sakit, lalu kami rapid test. Hasilnya positif. Kemudian suaminya juga mengeluh sesak batuk. Kemudian rawat inap bersama. Setelah itu, kami lakukan swab bersama," kata Pudji.

Hasil swab pasutri tersebut, kata Pudji, keluar dengan hasil yang berbeda. Si istri yang awalnya dicurigai terinfeksi covid-19 malah hasil swab menunjukkan hasil negatif. Sedangkan, si suami hasil swab keluar positif terinfeksi covid-19.

Karena hasil swab positif, pasien seorang ojol itu masih akan diisolasi di RSUD Jombang. Sedangkan istrinya akan dipulangkan karena sudah dinyatakan bebas covid-19 dari dua kali swab test menunjukkan hasil negatif.

Baca Juga : AKD Tulungagung Ungkap Temuan Beras Poles BPNT, Ini Kata Bulog

"Keduanya kondisinya sudah bagus. Istrinya akan kami pulangkan. Dia sudah bebas covid-19. Tapi untuk kehati-hatian, akan kami minta isolasi mandiri di rumah," ucapnya.

Dengan masuknya seorang ojol pria 36 asal Kecamatan Kesamben ini ke daftar pasien positif covid-19, maka Jombang sudah tercatat ada 24 pasien positif covid-19. Dua di antaranya dinyatakan sembuh setelah hasil swab dua kali berturut-turut keluar negatif. Mereka adalah pria usia 58 tahun asal Kecamatan Diwek dan seorang dokter perempuan berusia 42 asal Kecamatan Diwek.

Sedangkan satu pasien positif dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (14/5) kemarin. Pasien positif covid-19 yang meninggal yaitu perempuan 51 tahun asal Kecamatan Tembelang. Ia sebelumnya dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil tes swab oleh Dinkes Provinsi Jatim pada Minggu (10/5).