(kiri), Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Hariyono bersama KBO Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi saat menunjukkan barang bukti persetubuhan berupa dua buah boneka. (Istimewa)
(kiri), Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Hariyono bersama KBO Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi saat menunjukkan barang bukti persetubuhan berupa dua buah boneka. (Istimewa)

Seorang pelajar asal Jombang diamankan polisi karena setubuhi gadis di bawah umur di rumahnya. Selain menodai teman gadisnya itu, pelaku yang masih duduk di bangku SMA tersebut juga menyebarkan foto bugil korban ke temannya.

Kasus persetubuhan yang dialami oleh gadis berumur 16 tahun asal Kecamatan Megaluh, Jombang ini dilaporkan oleh orang tuanya pada 30 Januari 2020. Orang tua korban melaporkan persetubuhan yang dialami anaknya yang diduga dilakukan oleh AF (16), warga Kecamatan Megaluh. Saat ini AF sudah ditahan polisi di Mapolres Jombang.

Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Hariono menerangkan, peristiwa persetubuhan itu terjadi pada Agustus 2018. Korban dengan pelaku sebelumnya tidak saling kenal. Keduanya berkenalan melalui sosial media Facebook.

Bermodal bujuk rayu, lanjut Hariono, akhirnya pelaku berhasil menyetubuhi korban di rumah tersangka. "Tersangka itu kenal di Facebook, ketemuan terus kenalan. Selanjutnya dilakukan bujuk rayu kepada korban, itu modusnya. TKPnya ini di Megaluh, di rumah tersangka," ujarnya saat pers rilis di Mapolres Jombang, Jumat (7/2) siang.

Sementara ditambahkan KBO Satreskrim Polres Jombang, Iptu Sujadi, bujuk rayu yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban adalah menjanjikan akan dibelikan boneka dan diajak jalan-jalan.

"Ya (Diiming-imingi, red) diajak makan, diajak jalan, dikasih boneka dan sebagainya," terangnya.

Tidak hanya disetubuhi, pelaku yang masih sekolah kelas 1 di salah satu SMA di Jombang itu juga menyebarkan foto bugil korbannya ke beberapa temannya melalui pesan singkat WhatsApp. Berawal dari situ kasus persetubuhan tersebut terungkap.

"Si korban ini kan sempat difoto bugil oleh pelaku, kemudian dishare ke temannya. Di situlah terungkapnya, dan juga adanya laporan," beber Sujadi.

Saat ini pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolres Jombang. Untuk menjerat pelaku, polisi mengenakan Pasal 81 ayat (2) subsider Pasal 80 ayat (3) UU RI no. 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI no. 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak. "Ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.(*)