Camat Perak, Syamsul Arifin saat diwawancarai sejumlah wartawan. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

Camat Perak, Syamsul Arifin saat diwawancarai sejumlah wartawan. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)



Kabar oknum Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Perak, Jombang bawa kabur istri orang, sudah sampai ke telinga atasannya. Pihak Kecamatan Perak meminta kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Camat Perak Syamsul Arifin menuturkan, telah menerima laporan dari HS (34), warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto tiga minggu lalu. HS melaporkan ulah oknum Satpol PP Kecamatan Perak EP, yang kepergok sedang berduaan bersama istri sah HS, yaitu ST (35).

EP dan ST digerebek oleh HS di dalam rumah mertuanya di Desa Sumberingin, Kecamatan Kabuh, pada bulan Juli lalu. Pada penggerebekan itu, HS bersama beberapa rekannya mengabadikannya dalam rekaman video sebagai alat bukti.

"Setelah ada laporan, EP saya panggil. Saya tanya permasalahannya apa. Dan terkait masalah video juga saya tanya, memang EP membenarkan bahwa iya itu benar. Itu di rumah si perempuan (ST), di dalam ada orang tuanya," ungkap Syamsul saat dikonfirmasi di kantor Pemkab Jombang, Selasa (8/10) siang.

Kendati begitu, Syamsul belum bisa memastikan ulah anak buahnya tersebut apakah perselingkuhan ataukah bukan. Saat diklarifikasi oleh Syamsul, EP mengaku hanya bersilahturahmi ke rumah ST saat itu. "Kalau soal selingkuh dia (EP) tidak ngomong ke saya. Dia memang ke sana, ke rumah ST," ujarnya.

Dikatakan Syamsul, dirinya tidak menanyakan lebih jauh hubungan antara EP dengan ST. Ia menganggap bahwa itu adalah urusan pribadi di luar kedinasan.

Syamsul menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. "Kalau saya, saya merintahkan EP untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan pihak keluarganya si perempuan dan keluarga yang tidak terima itu," tandasnya.

Selain itu, Syamsul belum bisa memberikan sanksi kedisiplinan terhadap oknum yang berstatus ASN itu. Ia masih sebatas memintai klarifikasi pihak EP. Namun, bilamana ada pihak yang merasa dirugikan dan akan memperkarakan, pihak Kecamatan Perak akan mempersilahkan.

"Sementara sebagai atasan tugas saya hanya klarifikasi dulu, saya belum sampai ke sana (sanksi, red). Kalau belum selesai mungkin kita ambil langkah selanjutnya. Ternyata kalau ada pihak lain yang tidak terima ya monggo (silahkan, red), ini kan negara hukum," kata Camat Perak itu.

Diberitakan sebelumnya, HS bersama keluarga dan kuasa hukumnya mendatangi kantor Satpol PP Jombang di Jalan Kusuma Bangsa, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang pada Senin (7/10) pagi. Kedatangan HS itu untuk mengadukan oknum anggota Satpol PP yang bertugas di Kecamatan Perak, lantaran membawa kabur istri HS yaitu ST.(*)

 


End of content

No more pages to load