Huda, salah satu korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Jombang. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)

Huda, salah satu korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Jombang. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)



Tiga warga di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menjadi korban penganiayaan oleh dua orang yang diduga sebagai oknum polisi. Penganiayaan terjadi lantaran korban dituduh mencuri handphone.

Tiga korban penganiayaan adalah Aminuddin (50), warga Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, beserta istrinya Markini (46), dan keponakannya sendiri M Rofiul Huda (23).

Menurut keterangan Markini, ia beserta suaminya dipukuli oleh dua orang yang mengaku sebagai polisi di Jombang lantaran dituduh mencuri handphone di sebuah klinik terapi di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Atas tuduhan tersebut, kedua orang yang tidak dikenalnya itu lantas mencari Markini beserta suami hingga ke kediamannya di Desa Mojokrapak, pada Minggu (9/6).

Di lokasi itu, kedua orang yang mengaku polisi tersebut memukuli Aminuddi dan juga mencekik leher istrinya.

"Saya pas di rumah. Kejadiannya sekitar jam 4 sore, tiba-tiba ada dua orang datang yang satunya langsung menuduh suami saya. Ngakunya dari polisi, dari intel, dan langsung memukul suami saya," terang Markini saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (13/6) sore.

Masih menurut Marnik, suaminya tak hanya dipukul melainkan juga diculik diajak ke rumah pelaku di Desa Pacarpeluk. Di sana suaminya kembali dipukuli oleh pelaku.

Selain suaminya, sambung Markini, keponakannya bernama M Rofiul Huda juga turut menjadi korban penganiayaan. Saat itu Markini mengajak Huda untuk menjemput suaminya. Di situlah Huda dan Markini turut dianiaya di kediaman pelaku.

"Di rumah polisi itu dipukuli semua, dihajar, ditendangi, dan diancam mau dibakar," jelasnya.

Tidak berhenti di situ, setelah dihajar di rumah pelaku, Markini mengaku bahwa dirinya beserta suaminya Aminuddin, beserta Huda dinaikkan ke mobil untuk diajak ke Mapolres Jombang.

Di Mapolres, Kasus dugaan pencurian handphone yang dialamatkan Markini berujung damai atas permintaan Markini.

Sedangkan melihat Aminuddin dan Huda mengalami luka lebam, lantas petugas kepolisian mengantarnya ke RSUD Jombang untuk dilakukan perawatan.

"Saya minta damai gitu, dan didamaikan sama yang mukuli tadi. Polisi yang di kantoe lalu mengajak ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya dugaan pencurian handphone yang melibatkan 3 warga Desa Mojokrapak tersebut.

Namun, mengenai penganiayaan tersebut Kasat Reskrim belum bisa memastikan apakah itu dilakukan oleh oknum polisi atau bukan, karena belum ada laporan terkait penganiayaan tersebut.

"Sejauh ini karena kita belum menerima laporan resmi, kita belum bisa pastikan itu oknum apa bukan," pungkasnya.(*)

Tag's Berita jombang berita jombang

End of content

No more pages to load