Ikut Terseret Konflik, Hubungan Pengurus PDIP Tingkat Kecamatan di Surabaya Pun Memanas

Surat pernyataan yang dibuat para pengurus PAC di Kecamatan Bulak
Surat pernyataan yang dibuat para pengurus PAC di Kecamatan Bulak

JOMBANGTIMES – Adanya konflik di Konfercab PDIP Surabaya menimbulkan efek yang serius bagi kesolidan partai. Kini hubungan kader partai di tingkat akar rumput seperti PAC atau kecamatan pun ikut memanas.

Misalnya Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto. Dia mempertanyakan kepengurusan DPC yang baru saat ini. Dan dia menegaskan sesuai mekanisme partai, usulan yang disampaikan kepada DPD dan DPP berpedoman pada hasil Rakercab.

"Sehingga ketika terjadi protes dan penolakan saat dibacakan maka DPP akan membahas kembali. Sebab itu masih rancangan, bukan keputusan," terangnya.

Sehingga, lanjut Riswanto belum ada penetapan alias skorsing. Oleh Karena itu, sampai saat ini status DPC PDI Perjuangan masih demisioner.

Politisi yang juga duduk sebagai Legislator komisi C DPRD Surabaya ini menambahkan, posisi kepengurusan anyar dibawah Adi Sutarwijono belum resmi."Karena belum ada SK resmi. Sifatnya masih rancangan. Itu yang perlu diluruskan. Jangan pernyataan Saya dipelintir seolah-olah Saya menolak keputusan ketua umum," lanjutnya.


Diketahui, DPP PDI Perjuangan menugaskan Adi Sutarwijono untuk memimpin DPC PDIP Kota Surabaya selama lima tahun ke depan. Menggantikan Whisnu Sakti Buana yang telah memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya selama 10 tahun sejak 2010.

Pembacaan tersebut menimbulkan polemik. Lantaran nama yang dibacakan tidak sesuai dengan keputusan hasil Rakercab DPC PDIP Surabaya yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor 27 Juni kemarin.

Dalam Rakercab, sebanyak 31 PAC mengusulkan nama Whisnu Sakti Buana. Namun, hasil tersebut tidak diindahkan oleh DPP PDI Perjuangan.

Riswanto kemudian menjelaskan bahwa dalam Peraturan Partai Nomor 28 Tahun 2019 pasal 5, yang dihasilkan dalam Rakernas menyatakan bahwa tentang evaluasi kinerja DPC yang berstatus baik tidak perlu dilakukan penggantian pengurus.

"Atas dasar tersebut maka forum Konfercab yang dibacakan di Gedung Empire Palace kemarin, harusnya dievaluasi kembali oleh DPP. Karena DPC PDIP Surabaya tidak termasuk dalam evaluasi kinerja yang buruk," pungkasnya.

Terpisah Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Bulak Yosep Aji Haryadi membantah pernyataan Riswanto. Menurut dia pengurus di tingkat kecamatan tidak pernah diajak rapat atau musyawarah untuk menentukan ketua di tingkat DPC. "Kami menolak keputusan dan sikap sepihak dari saudara Riswanto selaku ketua PAC di Kecamatan Bulak," tegasnya.

Kepada SurabayaTIMES Yosep kemudian memperlihatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh 21 pengurus di tingkat PAC Bulak. "Surat pernyataan ini kami buat guna meluruskan kabar di media tentang penolakan hasil keputusan DPP PDI Perjuangan. Dan kami siap sebagai kader partai mendukung dan mengamankan surat keputusan tentang penetapan ketua, sekretaris dan bendahara yang sesuai dengan ketentuan organisasi," imbuhnya.

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top