Produk Tasbih dan Gelang Kayu Gaharu Asal Jombang Ini Bisa Jadi Pilihan Oleh-Oleh Saat Lebaran

Pemilik produk kerajinan kayu gaharu saat menunjukkan berbagai macam gelang dan tasbih untuk dijual sebagai oleh-oleh lebaran. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Pemilik produk kerajinan kayu gaharu saat menunjukkan berbagai macam gelang dan tasbih untuk dijual sebagai oleh-oleh lebaran. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Tak lengkap rasanya bila pulang kampung di hari raya Idul Fitri tanpa membawa cendramata. 

Gelang dan tasbih berbahan kayu gaharu produksi Jombang ini bisa menjadi alternatif pilihan buah tangan untuk dibagikan ke sanak saudara.

Gelang dan tasbih berbahan kayu gaharu ini bisa didapat di Toko Art Kios yang berlokasi di Jalan Raya Ploso, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang. 

Di situ, berbagai model tasbih untuk beribadah dan gelang gaharu untuk aksesoris ditawarkan.

Di setiap momen hari raya Idul Fitri, produk kreatif berbahan kayu yang memiliki ciri khas beraroma wangi milik Fachrur Rochman (25) ini, kerap diburu warga atau pemudik untuk dijadikan oleh-oleh ke sanak saudara.

Harga yang ditawarkan untuk satu tasbih dan gelang pun cukup variatif, tergantung ukuran diameter kayu dan jenis kayu gaharunya sendiri. 

Untuk tasbih berbahan gaharu ramin dengan ukuran 6 milimeter berisi 33 butir, diaptok dengan harga Rp 35 ribu. 

Dan tasbih gaharu ramin dengan ukuran 8 milimeter berisi 99 butir, dihargai Rp 150 ribu.

Sedangkan, untuk gelang gaharu ramin berukuran diameter 6 milimeter diaptok dengan harga Rp 25 ribu. Dan untuk yang berukuran paling besar yaitu 22 milimeter seharga Rp 150 ribu.

"Tasbih sama gelang harganya dari Rp 5 ribu sampai Rp 150 ribu," ujar Rochman saat diwawancarai di tokonya, Kamis (30/5) siang.

Diungkapkan Rochman, di setiap momen lebaran produksi aksesoris berbahan kayu asli Kalimantan miliknya ini selalu menjadi buruan warga. 

Bahkan produksinya diakui meningkat hingga 300 persen.

"Biasanya penjualan satu bulan itu 100-300 tasbih, untuk lebaran ini hampir 800 tasbih," terangnya.

Selaim aksesoris tasbih dan gelang, pria yang telah merintis produk kreatif berbahan kayu gaharu sejak tahu 2011 ini, juga memproduksi minyak wangi dari bahan kayu gaharu.

Minyak tersebut biasanya dipakai wangi-wangian untuk beribadah. 

"Kalau yang suka minyak wangi juga ada. Satu botol kecil itu saya jual Rp 15 ribu-an," tandasnya.

Sementara, salah satu pembeli asal Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Andreas (40) terlihat di toko milik Rochman ini untuk membeli gelang dan tasbih.

Rencananya, gelang dan tasbih tersebut untuk buah tangan saat lebaran tiba. "Ini untuk oleh-oleh di rumah," pungkasnya.(*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top