Pesantren Lansia di Jombang, Tradisi Keagamaan Yang Berumur Puluhan Tahun

Suasana pesantren lansia di Ponpes Darul
Suasana pesantren lansia di Ponpes Darul 'Ulum Rejoso, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Banyak cara untuk mengisi ibadah di bulan suci Ramadhan. 

Di Jombang, seperti ratusan lansia dari berbagai kota memilih untuk menghabiskan waktu puasanya di sebuah pondok pesantren di Jombang untuk mengikuti pesantren kilat atau pesantren lansia.

Kegiatan pesantren lansia ini diadakan rutin setiap bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Darul 'Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang. 

Pesantren lansia ini didominasi oleh ibu-ibu berusia lanjut.

Seperti contohnya Rukhoiyah jemaah asal Krian, Sidoarjo. Nenek berusia 70 tahun ini mengaku sudah puluhan tahun mengikuti kegiatan pesantren lansia di Ponpes yang berdiri sejak 1885 silam ini.

"Saya setiap tahun mondok (ikut pesantren lansia, red) di sini. Saya datang sebelum puasa, nanti pulang tiga hari sebelum lebran," ujarnya saat diwawancarai di masjid Ponpes Darul 'Ulum Rejoso, Sabtu (11/5) sore.

Dikatakan Rokhiyah, dirinya memilih menghabiskan bulan puasa di pesantren lansia ini guna untuk memfokuskan ibadahnya. 

Kegiatan yang ia lakukan setiap hari yakni salat lima waktu, salat sunah dan membaca kitab suci Alquran, serta pengajian yang dipimpin oleh para kiai.

"Yang diharapkan ya mendapat keberkahan di bulan ramadhan," tandasnya.

Selain Rokhiyah, jemaah lain yang juga berasal dari luar Kabupaten Jombang yakni Kiswarti (63) warga asal Kebumen, Jawa Tengah, mengaku mengetahui adanya pesantren lansia ini dari tetangganya.

Kiswarti ini juga mengaku sudah puluhan tahun mengikuti pesantren lansia yang diadakn oleh Ponpes Darul 'Ulum Rejoso ini. 

"Saya pinginnya sih menambah keiman dan ketaqwaan. Saya tau ini (pondok lansia, red) dari tetangga saya," terang ibu dengan tiga anak itu.

Sementara, Pengasuh Ponpes Darul 'Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan menjelaskan, bahwa tradisi pesantren lansia ini sudah diikuti warga Thareqat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah sejak 1930-an silam.

Di bulan Ramadhan 1440 Hijriah atau 2019 Masehi ini, ada sekitar 142 lansia yang mengikuti pesantren lansia. 92 orang bermalam di masjid pondok, dan 50 orang memilih di asrama pondok.

"Rata-rata usianya antara 60-70 tahun. Yang paling tua kemarin ada yang usia 107 tahun," terangnya saat diwawancarai di kediamannya di lingkungan Ponpes Darul 'Ulum Rejoso, Kecamatan Peterongan, Sabtu (11/5) siang.

Pada kegiatan pesantren lansia ini, diterangkan KH Cholil Dahlan, para peserta akan mengikuti kegiatan keagamaan di antaranya salat lima waktu, salat-salat sunah, dan pengajian, serta pembelajaran soal ilmu-ilmu keagaman mulai dari fiqih hingga aqidah.

"Amalan pokok mereka itu adalah mengintensifkan amalan dzikir Qodiriyah Wan Naqsabandiyah," pungkas Ketua MUI Jombang ini.(*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top