Salah Hitung Surat Suara Legislatif, Puluhan TPS di Jombang Lakukan Hitung Ulang

Suasan hitung ulang surat suara legislatif milik TPS 14 Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro yang dilakukan oleh anggota PPK Ngoro. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Suasan hitung ulang surat suara legislatif milik TPS 14 Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro yang dilakukan oleh anggota PPK Ngoro. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES, MALANG – Di Kabupaten Jombang 23 TPS direkomendasikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang untuk dihitung ulang.

Rekomendasi untuk hitung ulang ini dikarenakan adanya salah hitung hasil suara di surat suara legislatif.

Seperti yang dikatakan oleh Anggota Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jombang, Dafid Budiyanto, bahwa kasus yang terjadi di Jombang yakni surat suara legislatif yang tercoblos di nama caleg dan tanda partai dihitung dua suara.

Hal tersebut, lanjut Dafid, seharusnya tetap dihitung satu untuk suara caleg. "Seharusnya itu suara sah untuk caleg, nah itu yang terjadi dihitung suara sah untuk caleg dan satu untuk partai. Jadi jumlahnya tidak sama," terang Dafid saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (23/4) siang.

Kasus seperti itu dikatakan Dafid terjadi di 23 TPS yang tersebar di 9 kecamatan di Jombang. Hal tersebut disikapi oleh Bawaslu dengan direkomendasikan untuk hitung ulang.

"Hitung ulang ini atas rekomendasi Panwascam, karena menemukan coblos dua dan dihitung dua partai dan caleg itu," ujarnya.

Sementara, Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Jombang, Ja'far membenarkan adanya proses hitung ulang yang disebabkan oleh adanya salah hitung surat suara legislatif.

Menurut Ja'far, proses salah hitung ini diketahui saat rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Ketemunya itu saat kita menggunakan aplikasi. Surat suara sah tidak sama dengan perolehan, akhirnya direkomendasikan oleh Bawaslu untuk hitung ulang," jelasnya.

Sementara, proses hitung ulang ini dilakukan dengan cara membuka kembali kotak suara yang berisi surat suara. Kemudian surat suara dihitung ulang dengan disaksikan oleh Panwascam dan para saksi partai.

"Iya, kotak suara dibuka, segel dibuka, surat suara dibuka dan dibuatkan berita acara, dan atas rekomendasi Panwascam," pungkas Ja'far.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top