Aktivis Lingkungan di Jombang Gelar Aksi Sejuta Surat untuk Lestarikan Bumi

Sejumlah aktivis lingkungan di Jombang menggelar aksi bentang spanduk di depan Pedopo Kabupaten Jombang untuk peringati hari bumi internasional. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah aktivis lingkungan di Jombang menggelar aksi bentang spanduk di depan Pedopo Kabupaten Jombang untuk peringati hari bumi internasional. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi bentang spanduk dan poster di depan Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (22/4) pagi. 

Aksi tersebut untuk memperingati Hari Bumi Internasional.

Terlihat di lokasi, puluhan poster berisi pesan pelestarian lingkungan digelar di atas aspal jalan depan pendopo Kabupaten Jombang.

Isu-isu lingkungan seperti sampah, banjir dan perusakan pohon hingga penambangan liar tertuang dalam spanduk berbahan kertas tersebut.

Tidak hanya itu, sejumlah aktivis lingkungan ini juga secara bergantian berorasi untuk mensosialisasikan terkait pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya sampah.

Puluhan aktivis lingkungan dari gabungan mahasiswa pecinta alam di kota santri ini, menyebut aksinya sebagai aksi "Sejuta Surat Untuk Selamatkan Bumi".

Koordinator aksi peringatan hari bumi, Frendi Nur Diansyah menjelaskan, aksi sejuta surat ini untuk memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan lagi lingkungannya.

"Ini kita sampaikan ke banyak orang di Jombang. Banyak konflik di Jombang diakibatkan oleh sampah. Setidaknya di sini kita menyadarkan masyarakat terkait sampah," jelas Blangkon sapaan akrab Rendi saat diwawancarai di depan Pedopo Kabupaten Jombang, Jalan Alun-Alun Jombang, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang.

Selain pesan moral yang disampaikan ke masyarakat terkait lingkungan, pesan tersebut juga disampaikan langsung ke Pemerintah Kabupaten Jombang oleh puluhan aktivisis lingkungan.

Para aktivis ini berharap adanya tempat pembuangan sampah lebih banyak lagi di Jombang. 

Dikatakan Blangkon, bahwa beberapa kasus banjir di kota santri disebabkan oleh banyaknya sampah yang di buang di sungai.

"Untuk di beberapa kecamatan tolong disediakan juga TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kemarin kita menemukan titik dimana titik tersebut tidak ada TPA, seperti di Kecamatan Mojoagung," ujar Rendi yang diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula Universitas Darul 'Ulum Jombang ini.

Sementara, melihat aksi tersebut, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab lantas menghampiri puluhan aktivis lingkungan di depan Pedopo Kabupaten.

Dikatakan Mundjidah, bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung penuh gerakan para aktivis lingkungan tersebut. 

"Ya saya mengapresiasi semangat masyarakat ini untuk menjadikan jombang bersih dari sampah," pungkasnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top