Pondok Pesantren Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Berbasis Pesantren

Dialog Solutif Kebangkitan Ekonomi Keumatan Berbasis Pesantren di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Dialog Solutif Kebangkitan Ekonomi Keumatan Berbasis Pesantren di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Pondok pesantren yang sedari dulu telah dikenal sebagai wadah pendidikan Islam kini mulai dilirik sebagai pelaku ekonomi. Salah satunya, pondok pesantren diyakini bisa menjadi pelaku ekonomi dalam membangkitkan ekonomi berbasis pesantren, melalui berbagai bidang kewirausahaan. 

Keyakinan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Mindo Sianipar pada acara Dialog Solutif Kebangkitan Ekonomi Keumatan Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Kabupaten Jombang, Kamis (13/12). 

Pada kesempatan tersebut, Mindo mengatakan, pengalaman pihak ponpes yang sudah puluhan tahun menjalankan pendidikan Islam itu diyakini bisa menjadi motor penggerak dari bangkitnya perekonomian bangsa melalui peran-peran santri di bidang ekonomi. "Dengan pengalaman yang panjang ini (pesantren, red), disertakan mengembangkan potensi berbasis pondok pesantren untuk tujuan-tujuan ekonomi," terangnya. 

Selain itu, ia memaparkan bahwa ada peluang besar yang bisa diambil oleh kalangan pesantren untuk menjadi penggerak ekonomi. Yakni peluang di bidang perdagangan dan niaga. "Tidak semua usaha itu dilakukan oleh pengusaha besar. Nah pentingnya keberadaan organisasi ini atau lembaga ini (pesantren, red), dia bisa jadi pasar, dia juga jadi produsen, dan dia juga berniaga. Tapi semua memang butuh proses dan komitmen pimpinan organisasi, pesantren dan pemerintah," bebernya. 

Sementara, pengasuh Ponpes Tebuireng KH Sholahudin Wahid (Gus Solah) mengatakan, Ponpes Tebuireng sudah lama memanfaatkan sumber daya manusia untuk menciptakan perekonomian berbasis pesantren. Namun, Gus Solah mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan mewujudkan hal tersebut.

 "Memang tidak semua orang punya minat berwirausaha. Rata-rata inginnya jadi PNS. Dan di pesantren, kami sudah lama mencoba untuk memanfaatkan potensi yang ada, baik dalam sumber daya yang ada atau SDM-nya. Memang tidak mudah," ucap adik kandung Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid  itu. 

Sedangkan untuk terus berusaha mewujudkan tujuan ekonomi berbasis pesantren itu, Gus Solah menerangkan, pihaknya sudah memasukkan perkuliahan di bidang kewirausahaan di Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy). "Jadi. Unhasy itu memiliki dua keistimewaan. Berlandaskan kewirausahaan dan berlandaskan pesantren. Kewirausahaan itu kami wujudkan dalam bentuk perkuliahan," ungkapnya. (*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top