Telur dan Ayam Potong Naik Jelang Natal-Tahun Baru

Kondisi telur di agen milik Ridwan di Pasar Pon, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kondisi telur di agen milik Ridwan di Pasar Pon, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Kebutuhan pokok jelang Hari Raya Natal dan tahun baru mulai merangkak naik. Kenaikan harga terdapat pada komoditas telur dan ayam potong. 

Kelangkaan barang pun sempat dialami oleh para pedagang di Pasar Pon, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Dari penelusuran di pasar tersebut, harga telur mulai merangkak naik di kisaran harga Rp 24 ribu per kilogram. Hal tersebut diungkapkan oleh Ridwan (49), salah satu agen telur di Pasar Pon. 

"Menjelang Natal dan tahun baru ini, ada kenaikan harga. Awalnya Rp 19 ribuan, Mas," terangnya saat diwawancarai wartawan, Kamis (13/12) pagi. 

Kenaikan harga telur hingga mencapai Rp 5 ribu inibdialami oleh Ridwan sejak sepekan terakhir. Naiknya harga tersebut, prediksi Ridwan, akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan. 

"Kemungkinan nanti sampai harga Rp 25 ribu. Biasanya gitu. Mentok sampai harga Rp 25 ribu," tandasnya. 

Selain itu, Ridwan menjelaskan, naiknya harga telur ini mengakibatkan turunnya omzet penjualan. Penurunan jumlah pembeli mencapai 30 persen. "Biasanya sehari habis 1 kuintal (100 kilogram). Sekarang hanya habis 60 sampai 70 kilogram saja," bebernya. 

Selain momen Natal dan tahun baru, kenaikan harga telur ini, kata Ridwan, disebabkan adanya bantuan pangan non-tunai (BPNT) yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Salah satu komoditas pada bantuan tersebut yakni telur dengan jumlah 2 kilogram setiap bulan. 

"Dari sana, sudah harganya melambung. Ditambah lagi di rumah-rumah ada pembagian bantuan telur BPNT," ujarnya. 

Tidak hanya telur. Kenaikan harga kebutuhan pokok juga terjadi pada komoditas ayam potong, seperti yang dijelaskan oleh Iswoyo Hadi, pedagang ayam potong di Pasar Pon. 

Menurut Iswoyo, harga ayam potong di pasar naik hingga mencapai Rp 32 ribu setiap kilogram. Sebelumnyanya  harganya Rp 30 kilogram. 

 Tidak hanya naik. Kebutuhan ayam potong juga mengalami kelangkaan. Hal ini yang disebabkan naiknya harga di pasaran. "Ayamnya sulit di Jombang. Ini aja nyari sampai ke daerah Ngawi," bebernya. 

Selain itu, dia  memprediksikan bahwa kenaikan harga ayam potong akan mencapai Rp 35 ribu. "Kemungkinan bisa-bisa sampai Rp 35 ribu. Tetep naik terus," kata swoyo.

Terpisah, Erni (35), warga Kelurahan Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, mengaku bahwa harga ayam potong di tingkat eceran mencapai Rp 26 ribu per kilogram. "Di toko Rp 25 sampai Rp 25 ribu," pungkas Erni. (*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top