Rumah Makan Bernuansa Jawa Ini, Tawarkan Sego Bancakan untuk Pelanggannya

Caption gambar : Sri Hariyati (47), pengunjung asal Kabupaten Malang, saat menikmati Sego Bancakan bersama keluarganya di rumah makan Waroeng Tandjoeng Dhahar. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Caption gambar : Sri Hariyati (47), pengunjung asal Kabupaten Malang, saat menikmati Sego Bancakan bersama keluarganya di rumah makan Waroeng Tandjoeng Dhahar. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES –  Rumah makan bernuansa Jawa kuno hadir di tengah-tengah masyarakat Jombang, Waroeng Tandjoeng Dhahar itu namanya. 

Berlokasi 16 kilometer dari pusat kota Jombang, atau tepatnya di Dusun Kupang, Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Waroeng Tandjoeng Dhahar ini menawarkan tempat makan berornamen rumah jadul ala rumah adat jawa. 

Nuansa budaya jawa dengan alunan musik keroncong, ditambah Kayu-kayu jati kuno yang mendominasi ornamen rumah makan tersebut, semakin menciptakan susana nyaman pengunjung. 

Seperti yang dirasakan oleh Sri Hariyati (47) beserta keluarganya. 

Pengunjung asal Kabupaten Malang ini, mengaku selalu menyempatkan waktu ke rumah makan Waroeng Tandjoeng Dhahar itu, setiap kali berada di Jombang. 

"Ya saya sudah sering sekali. Tempatnya unik dan membuat kami nyaman untuk berlama-lama disini," terangnya saat diwawancarai, Rabu (5/12).

Selain tempat makan yang memiliki ciri khas budaya jawa, Waroeng Tandjoeng Dhahar ini juga mempunyai menu andalan. Salah satu menu andalan yang sering diburu pengunjung yakni "Sego Bancakan". 

Dinamakan sego bancakan ini, dikarenakan menu tersebut khusus untuk dinikmati orang dalam jumlah banyak. 

Cara menikmatinya dengan cara makan ramai-ramai, seperti halnya bancakan (syukuran) di acara hajatan. 

Untuk penyajian Sego Bancakan itu, menu dihidangkan di atas daun pisang sepanjang hampir 3 meter (untuk 10 orang). 

Menu tersebut berisi, ayang panggang dengan sayur urap-urap, mie dengan bumbu khusus, serta daging rendang, opor ayam dan sambel goreng tahu dan tempe. 

"Menu sego bancakan ini memang banyak dicari sama pelanggan kita. Ini salah satu menu andalan disini," ungkap Dwi Sulistyo Rini, pemilik Waroeng Tandjoeng Dhahar. 

Dwi juga menjelaskan, bahwa ide awal dari menu tersebut berawal dari salah satu pelanggan. "Awalnya bikin nasi untuk bancakan sendiri, untuk karyawan warung. Tapi pada saat itu ada pelanggan yang melihat, dan pengen dibuatkan sego bancakan. Kemudian kami layani. Dan ini berlanjut sampai sekarang, sampai jadi menu andalan," jelasnya menceritakan. 

Kini, Sego Bancakan tersebut sudah mulai banyak peminatnya. Diterangkan oleh Dwi, orang-orang yang akan merayakan syukuran, selalu memesan sego bancakan di Waroeng Tandjoeng Dhahar.

"Peminat sego bancakan ini rata-rata orang yang datang rombongan. Dan juga banyak orang yang menggelar syukuran, langsung memesan sego bancakan dan dimakan disini ramai-ramai," bebernya. 

Sementara untuk harga, Sego Bancakan dipatok dengan harga Rp 20 ribu untuk satu porsi, atau satu orang. Sedangkan pemesanan, minimal 4 orang. "Harganya relatif terjangkau. Perorang hanya Rp 20 ribu saja," pungkas Dwi.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top