Petani Cabai di Utara Brantas Terancam Merugi

Kasemi (60), petani asal Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. (istimewa)
Kasemi (60), petani asal Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. (istimewa)

JOMBANGTIMES – Memasuki musim hujan ini, para petani di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, ini panen dini  untuk memanen cabai lebih awal sebelum waktu masa panen tiba. Alhasil, cabai-cabai yang dipanen tersebut cukup merugikan para petani cabai di wilayah utara brantas itu. 

Seperti yang dialami oleh Kasemi (60), petani asal Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Nenek dengan 7 cucu ini, mengaku memanen tanaman cabainya lebih awal, karena merasa takut tanamannya membusuk seiring masuknya musim hujan di wilayah tersebut. "Terpaksa mas, lah sudah mulai hujan," tandasnya saat ditemui di ladangnya. 

Selain itu, dengan bertujuan menyelamatkan tanaman cabai dari serangan hujan tersebut, tidak membuat Kasiman semakin untung. Malah, kerugian yang ia dapatkan, menyusul harga cabai yang semakin anjlok. "Bulan kemarin harga masih standart perkilogramnya mampu mencapai harga 20 ribu dengan cabai warna merah sedangkan warna hijau dengan harga 15 ribu perkilogramnya," bebernya. 

Tidak hanya itu, kemalangan petani yang sudah 5 tahun terakhir menanam cabai di lingkungan perhutani ini, hanya bisa pasrah dengan memanen cabai yang berwarna hijau. 

Pasalnya, untuk menunggu cabai hingga berwarna merah, ditakutkan Kasiman, akan merusak tanamannya karena curah hujan yang turun cukup tinggi. "Harga cabai 9 ribu perkilo dengan warna merah sedangkan dengan warna hijau perkilonnya haya mencapai 7 ribu," terangnya. 

Sementara, hal serupa juga dialami oleh sumiran (63), yang juga petani asal Desa Marmoyo. Ia mengatakan bahwa kondisi cabai di awal musim penghujan ini, mengalami kerusakan. 

Untuk menghindari gagalnya panen, Sumiran memilih memanen cabai miliknya lebih awal. "Dengan datangnya musim penghujan cabai juga di serang hama cabai mulai menghitam dan lalu rontok dengan sendirinya, dengan harga cabai yang sangat murah saya lebih memilih memanen lebih awal walaupun harganya murah," pungkasnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top