DBD Mengancam, Pelajar SMP di Jombang Dapat Penyuluhan

Petugas Puskesmas Perak sedang mendampingi salah satu pelajar SMPN 1 Perak saat mengecek jentik nyamuk di bak air kamar mandi sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Petugas Puskesmas Perak sedang mendampingi salah satu pelajar SMPN 1 Perak saat mengecek jentik nyamuk di bak air kamar mandi sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Perak memberikan penyuluhan terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD) kepada para siswa di SMPN 1 Perak, Senin (19/11) pagi. Pada penyuluhan DBD kali ini, selain petugas kesehatan memberikan pemahaman akan bahaya DBD, juga  bagaimana cara mencegah tumbuhnya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab DBD. 

Saat penyuluhan, para petugas dari Puskesmas Perak tampak terlihat mengajak para siswa SMPN 1 Perak untuk melakukan pengecekan bak penampungan air di kamar mandi sekolah. Pada kesempatan itu, Dewanti Ramadhani Putri, pelajar kelas VIII SMPN 1 Perak, berkesempatan langsung untuk mengecek adanya jentik nyamuk dan juga melakukan pencegahan melalui 3 M (menguras, menutup dan mengubur). 

"Kalau ada genangan air, itu ditutup supaya nyamuknya itu tidak berkembang. Dan itu dapat mencegah demam berdarah," ujar Putri menjelaskan langkah pencegahan DBD. 

Sementara, penyuluhan yang diberikan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Perak ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang untuk mencegah wabah DBD di awal musim penghujan. "Terbanyak yang terjangkit DBD adalah siswa. Makanya hari ini kita awali melakukan sosialisasi ke SMPN 1 Perak. Dalam sosialisasi ini, kami menekankan pada pencegahan, karena pada saat ini sudah memasuki musim penghujan" ungkap Kepala Puskesmas Perak Oisatin saat diwawancarai sejumlah awak media. 

Sedangkan saat disinggung mengenai kasus DBD yang ada di Kecamatan Perak, Oisatin menyebutkan bahwa sudah ada 3 warga di Kecamatan Perak yang terkena DBD. Namun hingga hari ini, ketiga penderita DBD sudah tertangani dan dinyatakan sembuh.

 "Bulan ini ada penderita 3, 2 balita dan 1 pelajar. Di Desa Jantiganggong satu, Desa Pagerwojo satu, dan Desa Cangkring Ngerandu satu. Semuanya kami rawat dan alhamdulillah sembuh," bebernya. 

Untuk itu, pencegahan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Perak ini, diharapkan, agar bisa menekan angka bebas jentik hingga 90 persen. "Tentunya pencegahan ini, diharapkan untuk menekan angka kematian akibat DBD di Kecamatan Perak," tutup Oisatin.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top