Pasca-Teror Bom Surabaya, Wisata Jatim Kembali Digeliatkan

Masjid Agung Jami Kota Malang, salah satu destinasi wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan di Jawa Timur. (Pipit Anggraeni)
Masjid Agung Jami Kota Malang, salah satu destinasi wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan di Jawa Timur. (Pipit Anggraeni)

JOMBANGTIMES, MALANG Insiden bom Surabaya memang sedikit berpengaruh pada wisata di Jawa Timur. Sepekan terakhir, kunjungan wisatawan tercatat mengalami penurunan sampai 40 persen.

Divisi Sosbudpar DPP Asperda (Organisasi Pengusaha Rent Car Daerah) Malang Raharia Padmeswara menyebut, pasca-insiden bom memang, ada beberapa wisatawan yang membatalkan atau membuat jadwal baru untuk kunjungan ke Jatim.

Dampaknya, jika dalam satu hari okupansi bisa mencapai 90 persen, maka selama satu pekan terakhir jumlah kunjungan turun hanya di angka 40 persen. Kunjungan tersebut berlaku untuk seluruh daerah Jatim.  "Namun di Malang justru memang kemarin-kemarin penerbangannya lebih banyak menuju Abd Saleh," paparnya kepada wartawan, Rabu (23/5/2018).

Meski begitu, saat ini para agen wisata di Jatim sudah mulai kembali menghidupkan animo wisata di setiap daerah yang ada. Menyesuaikan dengan momen Ramadan, wisata kampung tematik dengan selipan wisata religi pun menjadi salah satu daya pikat yang ditawarkan saat ini.

"Fam trip (familiarization trip) ini juga menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali animo wisata. Selain itu, untuk menunjukkan bahwa Jatim aman dan damai," ucapnya lagi.

Dalam fam trip atau pengenalan wisata tersebut, sederet destinasi wisata di Kota Malang kembali dipromosikan. Di antaranya Kampung 3G, Kampung Keripik Sanan, Kampung Heritage Kayu Tangan, Kampung 1.000 Topeng, dan Kampung Religi Ki Ageng Gribig.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut, dua tempat ibadah bersejarah juga dikunjungi. Keduanya adalah Masjid Jamik dan GPIB Immanuel yang lokasinya berdekatan. Sekitar 70 wisatawan pun turut serta dalam perjalanan yang lumayan panjang tersebut. "Pesertanya dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Jogja, Banjarmasin, Bali, dan Jakarta," pungkasnya. (*)

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jombangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jombangtimes.com | marketing[at]jombangtimes.com
Top